Jurnalis Katolik siap hadapi era Internet

Para jurnalis tengah membahas berbagai isu dan tantangan yang dihadapi pers Katolik sekarang ini di tengah jaringan komunikasi yang sedang berkembang. Kegiatan itu dilakukan dalam sebuah kongres internasional di Vatikan.

Kongres Pers Katolik yang diselenggarakan oleh Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial itu sedang berlangsung di Roma pada 4-7 Oktober. Peserta dari 89 negara itu meliputi enam uskup, sejumlah imam, dan pakar media, yang sebagian besar adalah orang awam.
“Kami mendapat 230 orang yang terdaftar untuk mengikuti kongres ini,” kata sekretaris dewan kepausan Monsignor Paul Tighe, dengan menjelaskan bahwa kantornya mengundang tiga orang dari setiap negara.
Para delegasi mengeksplorasi isu tentang kehadiran efektif pers Katolik di era digital, bagaimana memberitakan isu kontroversial, apakah menyuarakan pendapat berbeda, dan bagaimana menemukan kembali misi penting pers untuk melayani Gereja dan masyarakat.
Peserta dibagi menurut wilayah untuk membahas mengenai publikasi Katolik, tantangan saat ini, dan prospek masa depan mereka. Isu yang dibahas termasuk kurangnya penulis profesional, berkurangnya surat kabar Katolik, dan pentingnya media cetak di kalangan Katolik, terutama di Asia.
Para pembicara dari Asia antara lain Carol Andrade, editor Aternoon Despatch and Courier di Mumbai. Perempuan ini adalah satu dari lima pembicara. Dia akan berbicara tentang The Catholic Press – Expectations and Hopes.
Dalam pembukaan kongress tersebut pada 4 Oktober, Uskup Agung Claudio Maria Celli, ketua Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial, mengatakan, “Kami merasa perlu untuk pertemuan global ini guna merenungkan misi dan peran pers Katolik di masyarakat dan Gereja saat ini.”
Dia menambahkan: “Persoalan utama bukan seberapa jauh teknologi baru dimanfaatkan. Tantangan besar yang dihasdapi Gereja saat ini adalah bagaimana membangun dialog dengan kebudayaan yang muncul dari berbagai teknologi baru tersebut.”
“Peluang baru apa yang ditawarkan kepada pers Katolik di zaman media baru ini?” tanya Uskup Agung Claudio Maria Celli kepada peserta.
Dalam mengajukan solusi untuk media Gereja di era Internet, Uskup Agung Celli menyoroti kesenjangan digital yang dialami Gereja di berbagai belahan dunia. Tuntutan global, katanya, bisa dipenuhi dengan menunjukkan keberhasilan media baru yang digunakan oleh para komunikator Gereja.
Ini merupakan kongres keempat yang diadakan oleh Uskup Agung Celli selama empat tahun berada di dewan tersebut.
Topik-topik kongres sebelumnya, antara lain identitas dan misi studi komunikasi sosial di pendidikan tinggi, identitas dan misi radio Katolik, serta sebuah seminar komunikasi untuk para uskup.
Fokus tahun ini adalah Future of the Press: Challenges and Opportunities (Masa Depan Pers: Tantangan dan Peluang); dan Catholic Press: Global Challenges, Expectations and Hopes (Pers Katolik: Tantangan Global, Antisipasi, dan Harapan).
Oleh C.M. Paul, ucanews.com, Roma, Italia

Posted by Kasih Yesus on 11:58 AM . Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

Film & Musik Rohani

FLICKR PHOTO STREAM

2010 Kasih Yesus Kristus . All Rights Reserved. - Written by Frans Firdaus